<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>catatan hati seorang ukhti</title>
	<atom:link href="http://mydeepinside.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mydeepinside.wordpress.com</link>
	<description>Nothing is not beautiful in this life... Every second is meaningful...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2009 11:04:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mydeepinside.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>catatan hati seorang ukhti</title>
		<link>http://mydeepinside.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mydeepinside.wordpress.com/osd.xml" title="catatan hati seorang ukhti" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mydeepinside.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mereka Bicara ttg Bom&#8230;</title>
		<link>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/08/05/mereka-bicara-ttg-bom/</link>
		<comments>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/08/05/mereka-bicara-ttg-bom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 11:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mydeepinside.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[MEREKA BICARA TENTANG BOM&#8230; BOM SYAHID vs BOM BUNUH DIRI Orang buta (tetap saja) tidak bisa melihat, tak peduli seberapa keras usaha kita mengganti kaca matanya&#8230; Saya pasti sudah membanting remote saya jika saja saya gagal menenangkan diri saya malam itu. Selepas rapat persiapan 17 Agustus, saya dan kakak saya menonton televisi. Sebenarnya kami fokus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=14&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>MEREKA BICARA TENTANG BOM&#8230;<br />
BOM SYAHID vs BOM BUNUH DIRI</p>
<p>Orang buta (tetap saja) tidak bisa melihat,<br />
tak peduli seberapa keras usaha kita mengganti kaca matanya&#8230;<br />
Saya pasti sudah membanting remote saya jika saja saya gagal menenangkan diri saya malam itu. Selepas rapat persiapan 17 Agustus, saya dan kakak saya menonton televisi. Sebenarnya kami fokus pada sebuah film di Trans TV. Cellular. Sebuah film yang secara keseluruhannya benar-benar menggambarkan sebuah perilaku prososial yang luar biasa. Saat iklan, iseng-iseng saya mengganti saluran ke sebuah stasiun TV lain. Sebuah film dokumenter sepertinya. Ah, lagi-lagi tentang bom. Rasanya sudah mau muntah saya! Tiap hari, sana sini, media sibuk membahas bom. Bukannya bebal dan apatis, tapi saya sangat sangat keberatan ketika kasus bom yang super gag jelas ini selalu dikaitkan dengan JI. Apapun itu, entah ada atau tidak—sepertinya ada, namun tidak seperti yang digambarkan—media punya andil besar mengarahkan dan membentuk paradigma masyarakat. Jangankan bicara soal JI, ketika Polri menyatakan pelaku bom belum jelas, media sudah ribut menyebut-nyebut nama pelaku. Dan ketika DNAnya tidak cocok, media tetap saja kekeh mengarahkan telunjuknya pada nama yang sama. Sungguh, aneh!</p>
<p>Tapi bukan itu yang mengusik saya. Berita-berita subjektif memang kerapkali mendominasi. Yang membuat saya merasa sangat sangat terusik adalah&#8230; film dokumenter yang saya lihat itu ternyata spesifik membahas tentang bom bunuh diri. Lebih spesifiknya &#8230; di Palestina&#8230; lebih spesifiknya&#8230; yaitu yang dilakukan wanita! Ada seorang reporter wanita yang memandu kamera-man untuk mencari berita dari satu tempat ke tempat lain, atau dari satu narasumber ke narasumber lain. Reporter itu menyatakan bahwa orang-orang yang dipilih untuk bom syahid adalah mereka yang sedang rapuh, merasa hidup hancur, lemah, dan merasa tak berdaya. Pikiran mereka diarahkan bahwa jika mereka melakukan bom ini, mereka akan meninggalkan dunia dengan senyuman. Berada di surga di sisi Tuhan&#8230; bla bla bla&#8230;</p>
<p>Reporter ini mengambil beberapa contoh pelaku bom bunuh diri. Namanya Jallah. Dia dikawinkan secara paksa dengan seorang pria yang ternyata suka berlaku kasar padanya. Jallah ini sendiri ternyata juga hidup di keluarga yang memang suka menganiaya dia. Jallah lalu memutuskan untuk ikut dalam aksi bom bunuh diri. Namun aksinya gagal. Jallah dikembalikan ke rumah. Kakak-kakaknya “melindungi” dia dari pertanyaan sang reporter. </p>
<p>Dan begitulah kesimpulan seorang reporter dan seorang ahli yang mengomentari peristiwa itu. Wanita-wanita yang dipilih untuk bom bunuh diri adalah mereka yang sedang rapuh, merasa hidup hancur, lemah, dan merasa tak berdaya. Pikiran mereka diarahkan bahwa jika mereka melakukan bom ini, mereka akan meninggalkan dunia dengan senyuman. Berada di surga di sisi Tuhan&#8230;</p>
<p>Saya benar-benar ingin tertawa menyaksikan kebodohan kesimpulan ini. namun amarah saya menang. Saya marah. Dan istighfar tak henti-henti keluar dari bibir saya. Kesimpulan itu sungguh sangat cetek. Hanya dari observasi pada seorang wanita bernama Jallah, ia langsung menyimpulkan demikian. Ada banyak sekali wanita pelaku bom bunuh diri (saya pakai istilah ini dulu) di palestina. Dan, demi Allah, saya yakin motif mereka tidak semuanya seperti Jallah.<br />
Seorang martyr wanita berusia 16 tahun bernama Ayat Alakhras misalnya. Dia pandai secara akademis, disayang orang tua, mau menikah pula. Kurang apa hidupnya? Tapi ia memutuskan menjadi martyr. Dalam wasiatnya, tak sedikitpun ia menyatakan bahwa ia menyesal atas hidupnya. Ada pula Rima ar Riyashi, ibu dari tiga orang anak. Bahkan suaminya sendiri yang rela mengantarkan Rima menjadi martyr.<br />
Sang reporter berkata yang intinya ia heran sekali bagaimana bisa sebuah kematian begitu dielu-elukan. Poster dan gambar para syuhada dipasang di tiap sudut kota. Orang yang mati dalam aksinya melawan Israel akan dibanggakan orang. Arwahnya akan tetap hidup&#8230; bla&#8230; bla&#8230; bla&#8230;</p>
<p>Sang reporter lalu berjalan ke sekumpulan muslimah muda. Ia bertanya pada mereka, “Apa kalian tidak takut mati?”<br />
Para siswi—mungkin SMA—itu menjawab, “Kami tidak takut mati. Kami sudah terbiasa melihat darah.” Dia yang menjawab ini adalah seorang gadis yang bahkan tidak berjilbab. Sang reporter melanjutkan, “Siapa di antara kalian yang ingin menjadi martyr?” Serta merta mereka semua mengangkat tangan mereka. Dan wajah sang reporter menyiratkan keheranan!</p>
<p>Dan sang reporter lalu menuju ke rumah seorang ibu yang mendapat gelar Ummu Dal (ibu sang pejuang). Dan tahukah kawan, Ummu Dal ini bisa kita panggil Ummu Farhat. Beliau adalah ibunda seorang pemuda syuhada bernama Fathi Farhat. Sang ibu sama sekali tidak terlihat bersedih ketika menyaksikan video saat-saat terakhir ia bersama putranya. </p>
<p>Allahua’lam&#8230; di antara bom syahid itu mungkin ada juga bom bunuh diri. Sekali lagi, hanya Allah yang tahu niat mereka yang terdalam. Meledakkan diri di Palestina tentulah sangat berbeda konteksnya dengan meledakkan diri di Indonesia. Jadi saya agak bertanya-tanya mengapa stasiun TV ini menyiarkan tayangan seperti ini dalam suasana bom Mega Kuningan yang—katanya eh katanya—juga bom bunuh diri. Saya pribadi melihat para syuhada di Palestina sebagai pahlawan. Saya teramat menghargainya. Fathi Farhat dan Ayat al Akhhras. Keduanya masih muda namun syahwat mereka surga (wasiat Fathi farhat).</p>
<p>Sang reporter—dan siapa saja—boleh saja beranggapan negatif tentang Farhat atau Ayat. Silakan lah, mau melihat dari sisi mana.<br />
Ketika diri sudah tidak sanggup (lagi) melihat kekejaman dan kebengisan<br />
Ketika diri merasa begitu tidak berdaya jika HANYA terdiam<br />
Ketika hati berteriak pada diri, “kumohon&#8230; lakukan sesuatu&#8230;”<br />
Ketika diri sudah tidak kuasa melihat agama Allah terus dihinakan<br />
Ketika para harimau bagai kerbau dicocok hidungnya<br />
Ketika yang seharusnya melindungi ternyata menyakiti<br />
Ketika izzah Islam sangat ingin kita tegakkan&#8230;<br />
Ketika bau surga tercium begitu dekat&#8230;<br />
Maka demi Allah, tidak ada lagi yang bisa menghalangi realisasi cinta pada sang Maha Cinta<br />
Menguat dalam hati</em><br />
Menjalar ke seluruh tubuh<br />
&#8230; dan Menggerakkan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mydeepinside.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mydeepinside.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mydeepinside.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mydeepinside.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mydeepinside.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mydeepinside.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mydeepinside.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mydeepinside.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mydeepinside.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mydeepinside.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mydeepinside.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mydeepinside.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mydeepinside.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mydeepinside.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=14&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/08/05/mereka-bicara-ttg-bom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eab98a0a7fa306f0fe39d26d8a3354af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaikat itu Begitu Nyata&#8230;</title>
		<link>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/08/05/malaikat-itu-begitu-nyata/</link>
		<comments>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/08/05/malaikat-itu-begitu-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 10:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mydeepinside.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Coba jawab pertanyaan saya&#8230; “Sebagai muslim, percayakah kita bahwa setiap amal kita selalu dicatat? Sekecil apapun itu&#8230; Entah kebaikan, entah keburukan.. Tak satupun yang kan terlewat&#8230;?” Pertanyaan selanjutnya&#8230; “Siapakah pencatat setia itu? Yang selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi&#8230; Namun jarang sekali kita mengacuhkan keberadaannya?” Baiklah, kawan&#8230; Jika memang kita hafal rukun iman kedua, kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=12&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://rile.files.wordpress.com/2007/12/baby3.jpg?w=320&#038;h=480" class="alignnone" width="320" height="480" /></p>
<p>Coba jawab pertanyaan saya&#8230; “Sebagai muslim, percayakah kita bahwa setiap amal kita selalu dicatat? Sekecil apapun itu&#8230; Entah kebaikan, entah keburukan.. Tak satupun yang kan terlewat&#8230;?”</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya&#8230; “Siapakah pencatat setia itu? Yang selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi&#8230; Namun jarang sekali kita mengacuhkan keberadaannya?”</p>
<p>Baiklah, kawan&#8230; Jika memang kita hafal rukun iman kedua, kita pasti bisa menjawab pertanyaan pertama. Untuk pertanyaan kedua, hm&#8230; kalau kita tidak tidur saat pelajaran Agama, pasti lebih mudah lagi menjawabnya.</p>
<p>Kini jawab pertanyaan saya, “Apakah dengan percayanya kita dengan dua pencatat tadi, kemudian perilaku kita akan berubah? kita lalu senantiasa ingin menunjukkan dan melakukan yang terbaik, agar saat buku amal kita di-review, kita tidak perlu menyembunyikan muka kita? Efek apakah—jika memang ada efeknya—dari dua fakta di atas?”</p>
<p>Sebagian orang mungkin mantap menjawab ya. Dan sebagian lagi ragu-ragu antara ya dan tidak. after all, kita memperbaiki perilaku bukan semata karena agar buku kita nilainya “A”, namun juga karena kita percaya bahwa semuanya akan dipertanggungjawabkan kelak. </p>
<p>Pertanyaan saya, “Jika saja dua pencatat itu adalah makhluk real dengan wujud dan kenampakan yang meyakinkan, sehingga bukan iman saja yang melandasi keyakinan kita akan keberadaan mereka namun juga karena wujudnya yang sedemikian nyata , apakah perilaku kita akan makin membaik?”</p>
<p>Bayangkan ada seseorang yang selalu mengikuti kita, merekam setiap perilaku kita, memperhatikan, mengolah, lalu kemudian menerjemahkan dalam bahasa hidupnya, dan akhirnya mengimitasi perilaku kita&#8230; Jika engkau punya anak atau adik, engkau pasti tahu benar bagaimana rasanya jika perilakumu selalu diawasi. </p>
<p>“maka bukan soal benihnya yang penting, tapi lingkungan di mana ia hidup, itu lebih penting&#8230; Sebagus apapun kualitas biji, jika ia hidup di tanah yang gersang nan tandus, tetap saja bukan hasil maksimal yang akan kita peroleh&#8230;”</p>
<p>What does this show us?<br />
Terkadang kita tidak sadar bahwa sebagai manusia, kakak atau orang tua, ada seseorang yang senantiasa memperhatikan tiap perilaku kita. Mereka melihatnya, merekamnya, mengolahnya, dan lalu menirunya. Maka ke-terulang-an generasi menjadi suatu hal yang mendekati niscaya. Dan lahirlah pepatah “Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga.”</p>
<p>Siapkah kita, menampilkan sosok diri terbaik yang selalu dapat ditiru kata-katanya, perilakunya, ekspresinya, akhlaqnya, dll oleh seseorang kelak, misal, anak kita?  Mereka belajar dari kita, meniru kita, setiap saat. </p>
<p>Kita tidak bisa mengatakan, “Nak, ummi sedang marah-marah, jangan ditiru ya&#8230; Nak, ummi sedang malas ngapa-ngapain, jangan ikutan ya&#8230;<br />
Nak, ummi lagi malas sedekah, kamu sedekah yang rajin ya&#8230;<br />
Nak, ummi sedang menyalahkan abi, ini tak baik. Kamu tak boleh meyalahkan orang lain atas kesalahanmu. Jangan kayak ummi ya&#8230;”</p>
<p>Akhlaq adalah sesuatu yang spontan. Tanpa izin. Refleks. Dan ia terbentuk dari kebiasaan. Sang malaikat-nyata akan lebih melihat kekonsistenan perilaku kita daripada segala bualan kata-kata indah penuh nasihat.</p>
<p>Ingat&#8230; kebiasaan! Jadi jika ingin anak kita menjadi muslim terbaik, sholih dan sholihah dengan akhlaq menawan&#8230; maka bentuklah dari sekarang, dari diri kita saat ini. </p>
<p>“didiklah anakmu 25 tahun sebelum ia lahir&#8230;”</p>
<p>Saya merasakan benar bagaimana anak kecil itu selalu meniru orang-orang di sekitarnya. Ketika sang ibu—misalnya—terbiasa menyalahkan suaminya atau orang lain atas kesalahan dirinya, maka anaknya pun akan menjadi orang yang suka menyalahkan, sulit mengevaluasi tindakan, malas mengoreksi diri, dst.</p>
<p>Jika sang bunda adalah sosok yang suka marah-marah, berkata dengan nada tinggi, maka jangan heran jika anaknya pun akan demikian. </p>
<p>Saudaraku, amatlah mustahil mengubah kompleks perilaku kita hanya dalam waktu setahun dua tahun atau sehari dua hari,. Apalagi jika diniatkan, “ah besok kalau anaknya udah lahir juga kita akan terbiasa berakhlaq karimah&#8230;”</p>
<p>No! It’s not so easy, man&#8230; </p>
<p>Terlebih jika kita adalah mereka—yang mengakui sebagai para—aktivis dakwah. Bagi orang-orang seperti itu, tak perlu menunggu sampai anak kita lahir, dari sekarang pun tiap perilaku kita dinilai masyarakat. Ekspektasi membumbung seolah kita manusia langit yang jauh dari akhlaq tercela. Dan ketika ekspektasi tak terjawab, maka kekecewaan yang akan menjawabnya. Jangan sampai kita menghalangi indahnya cahaya Islam dengan pekatnya akhlaq kita.</p>
<p>Allahu a’lam bishawab&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mydeepinside.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mydeepinside.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mydeepinside.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mydeepinside.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mydeepinside.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mydeepinside.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mydeepinside.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mydeepinside.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mydeepinside.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mydeepinside.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mydeepinside.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mydeepinside.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mydeepinside.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mydeepinside.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=12&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/08/05/malaikat-itu-begitu-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eab98a0a7fa306f0fe39d26d8a3354af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rile.files.wordpress.com/2007/12/baby3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Untuknya seorang&#8230;</title>
		<link>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/07/31/untuknya-seorang/</link>
		<comments>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/07/31/untuknya-seorang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 14:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mydeepinside.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu berhimpun dalam naungan cintaMu bertemu dalam ketaatan bersatu dalam perjuangan menegakkan syariat dalam kehidupan Kuatkanlah ikatannya kekalkanlah cintanya tunjukilah jalan-jalannya terangilah dengan cahayamu yang tiada pernah padam Ya Rabbi bimbinglah kami Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakal padaMu hidupkan dengan ma&#8217;rifatMu matikan dalam syahid [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=10&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu<br />
berhimpun dalam naungan cintaMu<br />
bertemu dalam ketaatan<br />
bersatu dalam perjuangan<br />
menegakkan syariat dalam kehidupan  </p>
<p>Kuatkanlah ikatannya<br />
kekalkanlah cintanya<br />
tunjukilah jalan-jalannya<br />
terangilah dengan cahayamu yang tiada pernah padam<br />
Ya Rabbi bimbinglah kami  </p>
<p>Lapangkanlah dada kami<br />
dengan karunia iman dan indahnya tawakal padaMu<br />
hidupkan dengan ma&#8217;rifatMu<br />
matikan dalam syahid di jalan Mu<br />
Engkaulah pelindung dan pembela</em></p>
<p>Ukhta cintaku…<br />
Air mata ini tak berhenti mengalir saat kutulis ini…<br />
Aku sangat merindukanmu Bahkan ketika aku melihatmu<br />
Di sana.. jelas di sana&#8230;<br />
Berdiri tepat di depanku</p>
<p>Aku masih saja merasa begitu jauh<br />
Sangat jauh<br />
Dan aku terus saja berkata, “Ini salahku!”<br />
Aku sangat merindukanmu  </p>
<p>Ukhta aku ingin kau tahu<br />
Bahwa aku tidak pernah merasa begitu bahagia bertemu seseorang Kecuali saat aku bertemu denganmu<br />
Tidak dengan nya<br />
Tidak dengan nya<br />
Tidak dengan nya<br />
Tidak pula dengan nya  </p>
<p>Bahkan melihatmu saja aku sudah merasa begitu lega<br />
Begitu bahagia<br />
Begitu berharga  </p>
<p>Untuk setiap kata yang selalu kau dengar,<br />
Untuk setiap peluk yang hangat,<br />
Untuk setiap cium yang bermakna,<br />
Untuk setiap rengkuhan tangan,<br />
Untuk setiap cinta yang hanya dapat dirasa,<br />
Aku berterima kasih  </p>
<p>Untuk setiap tangismu,<br />
Untuk setiap marahmu,<br />
Untuk setiap kesalmu,<br />
Untuk setiap kekecewaanmu,<br />
Untuk setiap hal-hal yang tidak jadi kau ungkapkan,<br />
Untuk berjuta kesalahan yang terus saja aku lakukan,<br />
Aku minta maaf  </p>
<p>Maafkan aku, kumohon…<br />
Aku mohon&#8230;<br />
Kau terlalu baik untuk disakiti<br />
Aku merasa engkau tengah menghukumku…<br />
Aku ingin saja menerimanya tanpa banyak protes<br />
Tapi aku tak tahan!<br />
Aku salah… Maafkan aku…<br />
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan&#8230;  </p>
<p>You are so meaningful to me&#8230; You really are&#8230;<br />
Demi Allah, tak ada sebutir dusta pun dalam tulisan ini&#8230;<br />
Ukhibukifillah&#8230; Mencintaimu dengan sangat&#8230;  </p>
<p>Setitik embun basahi jalan gersang<br />
Sebuah oase segarkan langkah di terik menyengat<br />
Kasih saying di antara kita ringankan hati<br />
Saat kaki berat mengayun<br />
Cinta ,<br />
Allah hadiahkan ukhuwah sebagai<br />
salah satu penawar lelah pengemban dakwah<br />
Maka hargailah indahnya<br />
Syukurilah hangatnya<br />
Dan berdoalah…<br />
Agar tunas ini berbunga syuhada</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mydeepinside.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mydeepinside.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mydeepinside.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mydeepinside.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mydeepinside.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mydeepinside.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mydeepinside.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mydeepinside.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mydeepinside.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mydeepinside.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mydeepinside.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mydeepinside.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mydeepinside.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mydeepinside.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=10&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/07/31/untuknya-seorang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eab98a0a7fa306f0fe39d26d8a3354af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOTO DAN PENJUAL ROTI</title>
		<link>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/07/25/soto-dan-penjual-roti/</link>
		<comments>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/07/25/soto-dan-penjual-roti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 03:23:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mydeepinside.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh tak menyangka jam di HP saya sudah menunjukkan pukul 7.50. Seingat saya terakhir saya meliriknya setelah wudhu masih 7.03. Saya pikir saya masih punya banyak waktu untuk dhuha&#8230; Rapat besar Ospek dimulai jam 8. dan sebuah larangan besar untuk datang telat! Selesai dhuha, saya tengok jam ternyata &#8230; haha&#8230; berhasil membuat saya panik. Pukul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=3&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh tak menyangka jam di HP saya sudah menunjukkan pukul 7.50. Seingat saya terakhir saya meliriknya setelah wudhu masih 7.03. Saya pikir saya masih punya banyak waktu untuk dhuha&#8230; Rapat besar Ospek dimulai jam 8. dan sebuah larangan besar untuk datang telat! Selesai dhuha, saya tengok jam ternyata &#8230; haha&#8230; berhasil membuat saya panik. Pukul 7.50 dan suatu keniscayaan bahwa jam itu telat 7 menit!</p>
<p>Tak sempat sarapan, dan langsung menuju g-100. Sempurna sudah&#8230; semua panitia sudah berkumpul. jam menunjukkan pukul 8.07. Uang 2 rb &#8211;terpaksa, dlm arti sebenarnya&#8211;saya keluarkan sebagai iqab. Plus&#8230; diketawain teman2&#8230; &#8220;Wa.. nadia telat gimana siii??&#8221;</p>
<p>Rapat berlangsung lancar meski sedikit menanjak dan bergelombang&#8230; (haha, opo jaal??) Di akhir rapat, saya dan Tya sudah tak tahan lagi dengan lolongan perut kami. Jadi langsung menuju kantin. Awalnya pingin makan di luar, tapi rupanya titik2 air mengurungkan niat kami&#8230;</p>
<p>Sekuat tenaga menahan nafsu ingin beli jajan tambahan. Sekadar pisang goreng atau apalah&#8230; Tapi, alhamdulillah, berhasil kuyakinkan&#8230; &#8220;ketika soto sudah datang dan teh hangat sudah terhidang,yakinlah semua itu belum tentu habis kau lahap&#8230;jadi mubazir saja mau beli pisang goreng segala&#8230;&#8221;</p>
<p>Menunggu soto sambil ngobrol dikit-dikit dengan Tya&#8230; Jadi ingat kata teman saya. Seorang perawi hadits menghindari makan di warung. Karena berpotensi menghabiskan waktu untuk ngobrol yang cenderung sia-sia&#8230; Hehe&#8230; Pastinya saya bukan perawi hadits (plis deh, Nad!)</p>
<p>Tidak yakin sudah berapa lama saya menunggu&#8230; yang jelas rasanya lamaa bgt&#8230; karena udah dari pagi gak makan. Keselnya ternyata yang dilayani orang lain yang datang lebih akhir&#8230; Aaarghhh! Dont u know how hungry I am???!!!</p>
<p>plis deh mbak&#8230; tadi kan saya dulu yg mesen&#8230; Harusnya soto tadi buwat saya dooonnnkkk&#8230; BENERAN, &#8216;ainul yaqin&#8230; saya benci banget waktu itu&#8230;. Hhhh&#8230; laper skali saya&#8230;. agresifitas naik drastis&#8230;</p>
<p>Tya udah dapet gado-gadonya dan saya masih kelamutan nunggu soto. Saat tya nanya, sang penjual bilang, &#8220;Wah, nasinya udah habis mbak. Tinggal kupat&#8230;&#8221; Aneh aja membayangkan soto dikasi kupat,ya udah saya ganti pesen gado2 kaya Tya. Sembari nunggu, Tya udah nawarin gado2nya buwat saya. tapi saya tolak&#8230; ah, sudahlah&#8230; ntar juga datang&#8230;</p>
<p>Sementara Tya sibuk dengan laptopnya.. Saya merenung (kok ya sempat ya?!)&#8230; ya Allah, saya tadi udah membayangkan mau nggebrak meja, marah-marah, mutung njuk pergi&#8230; Masalah gini aja, saya udah gak sabaran&#8230; Astaghfirullah&#8230; Tapi pancen rasanya anyel tenan pas itu (in case u dont know anyel&#8230; it means sebel)&#8230;</p>
<p>Malu terbersit juga&#8230; Gitu aja ngeluh nad&#8230;</p>
<p>habis makan njuk pulang&#8230; Hm&#8230; Sampai rumah jam dua siang terasa begitu aneh. Biasanya habis magrib :p</p>
<p>Siap2 santai&#8230; Saya siapkan tempat tidur saya&#8230; Menata guling buwat sandaran. Ambil buku Etika Jama&#8217;ah. dan &#8230;hm&#8230; nyamannya&#8230; bacabuku di udara yang begitu nyaman. (Inget ya&#8230; ane gak baca sambil tiduran!)</p>
<p>Baru sebentar terhanyut, telinga saya menangkap bunyi ketukan pintu. Saya mencoba memperjelas suara itu&#8230; ternyata memang benar ada orang di luar. Saya jawab dari dalam, &#8220;Siapa?&#8221; Kalo itu akhwat, saya buka langsung pintunya. &#8220;Afwan, mau antar roti&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Hah, roti?&#8221; bingung saya, &#8220;emang siapa yang pesen roti?&#8221;</p>
<p>&#8220;Afwan, cari siapa ya?&#8221; tanya saya dari dalam&#8230;</p>
<p>&#8220;Mau antar roti&#8230;&#8221;</p>
<p>dan saat itu saya merasa sangat bodoh. saya ingat ada roti titipan di rumah saya&#8230; Roti itu diantar door to door&#8230; Ooo, rupanya dari akh ini&#8230; &#8220;Afwan, kalau gitu bentar ya&#8230;&#8221;</p>
<p>Saya ambil &#8220;pakaian tempur&#8221; saya&#8230; Dan ingatlah saya bahwa saya masih utang satu roti yang belum dibayar. Sekalian saya bayar dan saya buka kunci pintu depan. Mendengar kunci dibuka, sang akh bergeser amat jauh dari pintu. Sekilas terlihat dan saya menduga ia seorang salafy&#8230; Tanpa melihat ke arah saya (malah saya yang liat! Halah!!) dia memberikan sekotak roti baru. dan saya memberikan kotak roti yang sudah dia tinggal beberapa hari lalu.</p>
<p>&#8220;Dihitung dulu, siapa tahu kurang&#8230;&#8221; kata saya (plis deh, akhwat, mentang2 di rumah njuk ngutang seenaknya&#8230;)</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, sudah pas&#8230; Syukron ya&#8221; katanya sambil senyum. Dan berlalulah ia&#8230;</p>
<p>Subhanallah&#8230; Saya agak lama merenungi kejadian itu. Saya perhatikan sang akh &#8230; dengan ramahnya ia melayani seorang ibu2 yang mau beli rotinya. Hm..jadi ingat buku SUtera UngU&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Entah mengapa saya merasa, dia pasti menjalani ini semua dengan hati lapang. Saya tidak peduli pikiran saya benar atau salah. Tapi saya merasa amat malu&#8230; Sangat malu&#8230; Kejadian nunggu-soto siang tadi benar-benar memalukan. Sangat memalukan. Mau jadi apa saya ini? Astaghfirullah&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mydeepinside.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mydeepinside.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mydeepinside.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mydeepinside.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mydeepinside.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mydeepinside.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mydeepinside.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mydeepinside.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mydeepinside.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mydeepinside.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mydeepinside.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mydeepinside.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mydeepinside.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mydeepinside.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=3&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/07/25/soto-dan-penjual-roti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eab98a0a7fa306f0fe39d26d8a3354af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/07/24/hello-world/</link>
		<comments>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/07/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 12:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=1&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mydeepinside.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mydeepinside.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mydeepinside.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mydeepinside.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mydeepinside.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mydeepinside.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mydeepinside.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mydeepinside.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mydeepinside.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mydeepinside.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mydeepinside.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mydeepinside.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mydeepinside.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mydeepinside.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mydeepinside.wordpress.com&amp;blog=8712984&amp;post=1&amp;subd=mydeepinside&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mydeepinside.wordpress.com/2009/07/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eab98a0a7fa306f0fe39d26d8a3354af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhti</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
